Kisah 2 anak yang tersesat di cina


Kisah ini berawal dari 2 anak yang di ajak oleh pamannya untuk pergi ke cina untuk pengobatan sang paman meraka berangkat dari Indonesia pagi hari ketika matahari belum terbit sudah berada di bandara dan pukul setengah 8 mereka pun sampai di Negara cina dan dua orang anak sebut saja si dul dan ruli merasa senang ketika sampai di neggara yang baru di kunjunginya pertama kali si dul kaka dari ruli menge expresikan kesenanganya dengan tersenyum dan berkata kepada adiknya hei rul tempat ini bagusya dengan wajah berseri seri ruli pun menjawab iya bagus karena kita baru pertama kali kalo sudah berapakali mungkin kita akan bosan dengan tempat ini.

Iya juga sih jawab si dul dan perjalanan pun berlanjut hingga ke perdesaan di mana tempat pegunungan yang sejuk dan pemandangan alam yang indah mereka pun sangat bersemakat meskipun perjalanan naik ke atas gunung dengan berjalan kaki mereka tidak merasa lelah dan sampai di tempat rekanya sang paman ketika sampai mereka di jamu dengan berbagai makanan dan cemilan has cina sidul dan ruli punmeyantapnya dengan lahap selsai makan dan ber istirahat mereka melanjutkan perjalanan yang di pandu oleh rekan pamannya menuju stasiun kereta dan sesampai di setasiun kereta si dul dan ruli merasa ada yang berbeda sebab kereta yang terletak di perdesaan bukan kereta yang cukup aman untuk pendatang baru sebab peraturan kereta api  memang berbeda dengan yang ada di Indonesia

Setelah membeli tiket dan menuju stasiun kereta api mulai tampak kecemasan di wajah si dul kaka dari ruli menggenggam tangan adiknya erat-erat sebab tempat itu cukup ramai dan setiap gerbong kereta hanya di isi oleh beberapa orang saja ketika paman dan rekan paman sidul dan ruli naik ke gerbong pertama ketika si dul dan ruli ingin naik seketika pintu kereta tertutup dan si dul tetap menggengam erat tangan adiknya mengajaknya naik di gerbong kedua ternyata gerbong tersebutpun tertutup dan terus hingga gerbong terakhir si dul mulai panic dan paman pun mulai melihat ke panikan di wajah sidul dan ruli paman mencoba untuk keluar tapi pintu kereta pun tidak dapat di buka

Sidul berlari sambil mengajak adiknya untuk naik ke belakang gerbong kereta dengan cara melompat tapi mereka terlambat kereta sudah pergi dan si dul pun berlari melalui jalan kampung dengan cepat sang adik pun di gendong oleh si dul sebab si dul tidak ingin adiknya tertinggal dengan cara menggendong si dul merasa aman karena mereka tidak akan terpisah di kerumbungan banyak orang meski pun si dul merasa sangat lelah mereka terus berusaha mengejar kereta tersebut hingga tertinggal jauh tanpa menyerah si dul bertanya dengan warga setempat namun bahasa yang sidul ucapkan tidak di mengerti oleh mereka sehingga si dul tanpa bertanya terus berlari mengikuti jalur kereta berharap bahwa setasiun yang di depanya tidak terlalu jauh namun setelah malam hari mereka tidak bertemu dengan setasiun kereta api yang di tuju sang paman pada saat perjalanan pun si dul dan ruli tidak mengetahui mau ke mana mereka pergi dan hanya mengikuti sang paman saja.

Dan malam hari di tempat yang mereka tidak kenal cukup mencekam tanpa uang saku dari sang paman sang paman tidak ingin keponakanya jajan sembarangan oleh karena itu sangpaman tidak memberikan uang saku  si dul dan ruli berjalan dengan perut yang lapar dan sejenak berhenti di tempat ramai agar selalu aman jika banyak perkumpulan orang dan pasar – pasar ketika malam semakin larut dan suasana semakin mencekam si dul menyuruh adiknya untuk tidur dan mencari pamannya esok hari sebab tenaga mereka sudah habis terkuras ruli bertanya kepada abangnya kalo aku tidur bagaimana dengan abang  jawab si dul udah ga usah u urusin w u tidur aja tenang anggep aja kita lagi di samping rumah kita besok kita pasti ketemu paman udah tidur sana dan ketika ruli mulai lelap si dul pun meneteskan air mata sedih takut dan cemas apakah dia bisa mengajak adiknya pulang ke Indonesia tanpa uang sepeserpun mungkin ini keadaan yang paling mencemaskan bagi si dul dan si dul berkata dalam hati andai saja aku hanya sendiri berada di tempat ini mungkin aku tidak akan terlalu cemas sambil menangis dan memandangi wajah sang adik yang lelap tidur dengan perut yang kosong

Ketika subuh menjelang si dul pun mulai mencari makanan dengan cara meminta di trotoran jalan si dul berharap ada makanan ketika adiknya telah bangun dan upaya si dul pun membuahkan hasil beberapa orang rang yang lewat memberikan makanan yang di gengamnya untuk sarapan di dapat lah 1 potong roti dan ketika pedagang mulai membuka ruko mereka si dul pun membangunkan ruli untuk pergi dari tempat tersebut sambil memberikan roti yang didapatnya pagi tadi ketiaka itu ruli bertanya kepada si dul kamu dapat roti darimana paman ya , iya jawab si dul bukan tadi w beli di depan dua potong udah u makan aja jangan banyak Tanya ayu kita pergi , mereka pun melanjutkan perjalanan entah kemana arah yang di tuju oleh mereka tidak mengerti

Dan si dul pun mengajak adiknya untuk masuk ke mall si dul berharap di mall dapat menemukan orang Indonesia yang sedang wisata ke cina agar bisa di pandu kemana arah mereka harus pergi , sesampai di mall mereka menemukan wajah-wajah orang Indonesia sedang berkerja dan si dul tanpa basabasi menarik adiknya untuk menghampiri orang tersebut untuk menanyakan apakah jika ingin pulang ke Indonesia harus naik apa dan berapa biayanya

Ketika bertanya orang indonesia punmen jawab dari setasin ini ke setasiun ini dan menuju pelabuhan dari sana kamu bisa pulang ke Indonesia orang Indonesia yang berkerja di cina pun menanyakan kepada si dul kenapa kamu bisa sampai disini dan siapa yang mengajak kamu kenapa kamu sampai tersasar di sini kemudian si dul pun bercerita dan mencerikan bahwa mereka tidak memiliki uang sepeser pun dan orang Indonesia yang berkerja di cina pun mengajak si dul dan ruli untuk ikut dan makan siang bersamanya setelah makan siang kemudian mereka bertiga pun bergegas pulang ke Indonesia

Sesampai di Indonesia si dul mengucapkan terimakasih kepada orang tersebut hingga menangis tersungkur sebab jika masih berada di cina si dul pasti sangat memikirkan bagaimana mereka bisa makan dan beristirahat di tempat yang aman dan nyaman sekian

semogga cerita ini bemanfaat y terimakasih   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s